FASAL 62 : QODHO PUASA & KEWAJIBANNYA

 



(فَصْلٌ) يَجِبُ مَعَ الْقَضَاءِ لِلصَّوْمِ الْكَفَّارَةُ الْعُظْمَى وَالتَّعْزِيرُ عَلَى مَنْ أَفْسَدَ صَوْمَهُ فِي رَمَضَانَ يَوْمًا كَامِلًا بِجِمَاعٍ تَامٍّ آثِمٍ بِهِ لِلصَّوْمِ .

(Fasal)  Wajib Qodho puasa beserta Kafarot Udzma dan hukuman Ta’zir bagi orang yang membatalkan puasanya dibulan Ramadhan pada satu hari yang sempurna dengan sebab bersetubuh yang sempurna, yang mana ia berodosa dengan sebab perbuatan jima’ nya tersebut pada saat puasa

 

وَيَجِبُ مَعَ الْقَضَاءِ الْإِمْسَاكُ لِلصَّوْمِ فِي سِتَّةِ مَوَاضِعَ :

Dan wajib qodho puasa beserta menahan diri dari perkara yang membatalkan pada 6 tempat : 


الْأَوَّلُ فِي رَمَضَانَ لَا فِي غَيْرِهِ عَلَى مُتَعَدٍّ بِفِطْرِهِ،

Pertama, Didalam puasa romadhon, bukan selainnya, hal tersebut wajib bagi orang yang sengaja membatalkan puasanya.


وَالثَّانِي عَلَى تَارِكِ النِّيَّةِ لَيْلًا فِي الْفَرْضِ،

Kedua, Bagi orang yang meninggalkan niat dimalam hari pada puasa fardhu. 


وَالثَّالِثُ عَلَى مَنْ تَسَحَّرَ ظَانًّا بَقَاءَ اللَّيْلِ فَبَانَ خِلَافُهُ أَيْضًا،

Ketiga, Bagi orang yang sahur dengan menyangka tetapnya waktu malam, ternyata berbeda dengan prasangkanya.


وَالرَّابِعُ عَلَى مَنْ أَفْطَرَ ظَانًّا الْغُرُوبَ فَبَانَ خِلَافُهُ أَيْضًا،

Keempat, Bagi orang yang membatalkan puasanya dengan menyangka bahwa sudah maghrib, ternyata berbeda dengan prasangkanya (menyangka sudah waktu magrib ternyata belum masuk waktu magrib).


وَالْخَامِسُ عَلَى مَنْ بَانَ لَهُ يَوْمَ ثَلَاثِينَ مِنْ شَعْبَانَ أَنَّهُ مِنْ رَمَضَانَ،

Kelima, Bagi orang yang jelas baginya hari ke 30 bulan Sya’ban, sesungguhnya sudah Ramadhan.


وَالسَّادِسُ عَلَى مَنْ سَبَقَهُ مَاءُ الْمُبَالَغَةِ مِنْ مَضْمَضَةٍ وَاسْتِنْشَاقٍ .

Keenam. Bagi orang yang tidak sengaja kedahuluan air (menelan air) dari sebab berkumur-kumur dan menghirup air kehidung.



SEBELUMNYA  |  SELANJUTNYA